Tampilkan postingan dengan label Mukjizat Sholat Dan Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mukjizat Sholat Dan Doa. Tampilkan semua postingan

10/30/2011

Perih Itu Mengoyak Hati


Kehidupan bagai ditengah samudra. Penuh misteri dan duka nestapa, mengoyak luka dihati, terasa teriris perih. Setiap orang tidak pernah mengerti apa yang akan terjadi di esok hari. Ujian dan cobaan bisa datang tiba-tiba, silih berganti tanpa kita pernah menyadari. Begitulah yang terjadi pada seorang ibu di Rumah Amalia. Ditengah kebahagiaannya bersama suami dan dua anak laki yang dicintainya sekalipun sederhana keluarga itu cukup bahagia. Dua anak laki-lakinya yang lucu dan manis. yang kecil berusia lima tahun dan kakaknya berusia tujuh tahun. Ditengah kehidupan kian sulit suaminya berhenti bekerja dan mengais rizki dengan mengojek. Semuanya begitu indah, menjalani kehidupan penuh syukur.

Sampai kemudian peristiwa tragis terjadi, suaminya mengalami kecelakaan setelah mengantar penumpang. Nyawanya tidak mampu diselamatkan. Air matanya tertumpah, sudah tak terbendung lagi, kekuatan dan ketegaran hatinya runtuh ketika jenazah suaminya tiba di rumah tangis itu meledak. Dua anak laki-lakinya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. 'Kenapa bapak?' tanya adik. Kakaknya menggeleng, sambil menutup matanya. Orang-orang berdatangan memeluk sang ibu. Beban itu begitu berat. Dua anak laki-laki itu berlarian keluar rumah. Ibunya tenggelam dalam kedukaan. Kehidupan berjalan begitu cepat. Semua dipikul dipundaknya seorang diri. Kerja keras memenuhi kebutuhan hidup tak mampu ditanggungnya sendiri. Bekerja sebagai pembantu, nyuci dan gosok dikerjakannya, untuk bisa mencukupi kehidupan sehari-hari.

Sementara dirinya bekerja, anak-anak tidak ada yang mengasuh dan menjaga. Ia selalu berpesan agar sang kakak untuk menjaga adiknya. Setiap sore pulang kerja, terkadang terkena damprat orang karena anak-anaknya berantem dengan anak tetangga. Pernah satu hari dirinya begitu sangat marah karena adiknya melempar jendela rumah tangga. Adik kakak itu menangis tersedu-sedu. Tak kuasa hatinya terasa pilu mendengar tangisan anak-anaknya. Namun beban itu begitu berat dipundaknya. Tidak ada lagi yang diajaknya bicara, sampai pada suatu hari ditengah luka perih dan beban kehidupan yang begitu berat. Dibawa dua anak laki-lakinya kekuburan ayah mereka. Dengan isak tangis ibu itu mengeluh dan berkata didepan makam almarhum suaminya. 'Bang, saya sudah tidak sanggup lagi mengurus anak Abang, Abang aja yang mengurusnya.' Sampai seminggu kemudian, kedua anak laki-laki itu meninggal dunia, menurut dokter karena terkena demam berdarah.

'Ya Allah, Ya Rabb' Teriak ibu menangis menjerit-jerit melihat wajah kedua anaknya yang dicintainya disaat terakhir. betapa hancur hatinya, setelah kehilangan suami dan dirinya kehilangan kedua anak laki-lakinya. Hatinya begitu kokoh, beliau menerima dengan penuh keikhlasan atas kehilangan orang-orang yang dicintainya. Hanya bersandar kepada Allahlah yang menguatkan hati beliau.

---
'Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar.' (QS. Ali Imran :173-174).

10/26/2011

Air Mata Seorang Ayah


Hari ini saya membuka email, hati saya terasa tersentak. Air mata mengalir tak tertahan. Setiap baris kalimatnya saya baca. Kata-katanya menghunjam dihati bahkan mengoyak kelubuk yang paling dalam. Beliau menuturkan sebagai berikut. 'Mas Agus, putra saya meninggal dunia di usianya 2 tahun. tepat satu hari sebelum hari kelahirannya. Hari Ahad ketika saya libur, seharian kami bermain. Saya, istri dan anak bercanda seolah tiada mengerti apa yang akan terjadi. Badannya panas tiba-tiba, siang itu juga saya membawanya ke dokter. Tidak ada perkembangannya. Malamnya kembali saya membawanya ke Rumah Sakit dan anak saya yang sekecil itu harus diinfusnya dan mendapatkan oksigen. Sampai anak saya koma dan akhirnya tiada. Air mata saya tertumpah. Isak tangis tak bisa saya tahan. Saya memeluknya dan mencium wajahnya. Saya katakan pada, 'Sayang, ayah selalu mencintaimu. Kembalilah padaNya. Ayah ikhlaskan kamu..sayang.'

Dikalimat beliau selanjutnya ada kata-kata yang begitu indah namun terasa sebuah kepedihan dihati yang teramat dalam dan sebuah renungan bagi kita sebagai orang yang beriman, 'Saya yakin Mas Agus Syafii. musibah dengan meninggalnya anak saya ini adalah ladang peningkatan iman dan taqwa saya dan istri saya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saya selalu ingat hadist Nabi yang sering Mas Agus kutip. 'Sungguh menakjubkan orang yang beriman karena segala urusannya adalah baik bagi dirinya. Dalam hal ini tidak akan terdapat melainkan orang yang mukmin. Apabila ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur karena hal itu baik untuknya. Dan apabila tertimpa musibah, ia bersabar karena hal itu baik juga untuknya. (HR. Muslim).

Sungguh hebat beliau seorang ayah yang juga sebagai seorang mukmin mampu melewati semua penderitaan dan kepedihan dihatinya, disetiap tetesan air matanya adalah ladang peningkatan iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Itulah Air mata seorang ayah. Subhanallah.

Keajaiban Doa Ditengah Cobaan


Keajaiban doa ditengah cobaan itu begitu nyata.
Allah memberikan pertolongan bagi dirinya.
 Begitulah tutur seorang ibu bahwa disaat dirinya dan keluarga dihempas dengan berbagai ujian & cobaan. Rumahnya akan disita oleh bank. Tinggal beberapa hari lagi petugas bank akan melakukan penyitaan. Dirinya bersama keluarga hanya bisa menangis penuh kesedihan. 'saya harus tegar, menukar kesedihan dengan harapan' katanya. 'Harapan satu-satunya hanya berdoa kepada Allah, memohon pertolongan kepadaNya. selain sholat fardhu, saya sholat tahajud setiap malam sampai airmata rasanya sudah mengering.' isak tangisnya terdengar memilukan.

Pagi itu semua keluarga diliputi oleh tangis sendu di teras rumah, sambil menunggu detik-detik penyitaan rumah kami. Kami ingin menyaksikan rumah kami untuk terakhir kalinya. 

Rumah dimana anak-anak lahir dan dibesarkan penuh cinta serta kasih sayang. Para tetangga tak kuasa menahan haru melihat kami. Solidaritas para tetangga hadir menunggu petugas bank hadir. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangan surat pembatalan sita. Subhanallah, Maha Suci Allah. Dirinya menjerit kegirangan. Doanya didengar oleh Allah. Suaminya selalu mengingatkan bahwa pada tahap seperti ini ujian dan cobaan selalu datang silih berganti. Entah benar atau tidak kata suami, peristiwa ini semakin mengokohkan dirinya dan keluarganya untuk mantap dijalan yang diridhai oleh Allah. Ujian berikutnya menyusul, putranya mengalami pembengkakan dikelopak matanya. Menurut pemeriksaan dokter dia harus dioperasi. Waktunyapun sudah ditentukan, beberapa hari lagi. Secara medis dia percaya bahwa operasi adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit putranya. Namun tak lupa dirinya memanjatkan doa kepada Allah. Setiap malam dirinya menjalankan sholat tahajud.

'Subhanallah, sebelum jatuh tempo operasi. 

Penyakit yang berada dikelopak mata putra saya menghilang dan sembuh. Awalnya saya ragu, bagaimana mungkin bisa sembuh? kami kemudian pergi ke dokter ahli dan putra saya dinyatakan sembuh sampai si dokternya juga bingung dan menanyakan apakah saya telah pergi ke dokter lainnya?' tuturnya dengan mengusap airmatanya yang terus menetes. Allah memang benar-benar sedang menguji dirinya dan keluarga, ketika sudah melewati semua itu kehidupan rmah tangganya begitu terasa indah dan kini sebagai pemilik rumah makan yang cukup ramai, kini hidupnya & keluarga sekarang menjadi lebih tentram dan bahagia. Meski kerja keras merupakan kebiasaannya namun kewajiban sholat lima waktu semakin membuat dirinya dan keluarga semakin bersemangat untuk melaksanakannya. 'Dan saya sudah sepakat bersama suami dan anak-anak untuk menyisihkan penghasilan rumah makan kami untuk Rumah Amalia. Rasanya rizki yang kami peroleh makin melimpah.' Tutur beliau.

---
Obatilah orang-orang yang sakit dengan shodaqoh dan bentengilah harta-harta kalian dengan zakat dan siapkan untuk menolak bala' dengan doa (Hadist Riwayat Baihaqi)

9/06/2011

Mengatasi Proses Kesedihan




Sumber dari penderitaan manusia adalah kehilangan. Kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dan kehilangan harapan. Setiap orang yang hidup dalam perkawinan, haruslah mempersiapkan diri, pada suatu hari akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh pasangan hidupnya karena kematian atau perceraian. Tidak ada orang yang pernah menginginkan kehilangan orang yang dicintai, apa lagi orang itu adalah pasangan hidupnya dalam mengarungi bahtera rumah tangga karena kehilangan karena kematian atau perceraian merupakan pengalaman paling menghancurkan dan meremukkan hati yang paling dalam. Pola kehidupan berubah secara drastis dan mendadak, atau secara tiba-tiba yang membuat hidup terguncang hebat. kehilangan orang yang dicintai menimbulkan rasa sakit dan kesedihan.

Perasaan sedih menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, Dihadapan siapapun yang ia jumpai menangis dan lupa merawat diri karena terlalu banyak menangis dan tak terurus. Ada juga yang sampai jatuh pingsan atau kemarahan. Begitu banyak kenangan yang indah dan juga kenangan pahit. kenangan tidak selalu sesuatu yang buruk, banyak sekali kenangan yang manis terpatri dalam hati orang yang ditinggalkannya. Sekalipun kenangan manis itu menimbulkan perasaan luka yang dalam, justru kenangan itu sangat bermanfaat dalam proses penyembuhan, karena akrab dengan kenyataan yang terjadi merupakan sesuatu yang penting. Tanpa mengenal dengan apa yang telah terjadi pada masa lalu bagaimana anda dapat mengenal diri anda sendiri? Bagaimana mungkin anda memperbaiki kekurangan dan memanfaatkan kelebihan yang ada pada diri anda jika anda tidak mengetahui sejauh mana kekurangan dan kelebihan anda? Maka dari itu anda tidak perlu khawatir jika kenangan apapun tetap membuat anda teringat.

Berikutnya, mengingat masa lalu, melihat kebelakang, menyentuh kenangan masa silam, mungkin membuat anda terluka, marah, kecewa, dendam, terharu bangga, penuh kerinduan, tenteram dan penuh cinta serta kasih sayang kemudian anda sedih karena kenyataaan sekarang sudah berbeda. Masih banyak perasaan lain yang membayangi seseorang setiap mengingat peristiwa masa lalu. Semua itu sama sekali bukanlah sesuatu yang salah. Dalam ingatan seseorang selalu tersimpan semua memori atau kenangan mengenai peristiwa yang dialaminya. Tersimpan kesan kenyataan dan berbagai jenis perasaan. Apabila digunakan sebagai kekuatan untuk menatap masa dengan yang lebih baik maka kenangan itu sangat bermanfaat dan yang paling penting, datang dan mendekatkan diri kepada Allah. Curhatlah kepadaNya, Tumpahkan segala isi hati anda dengan mengurai perasaan duka, kecewa, luka perih dihati, ketidakberdayaan, kesedihan, kekecewaan dan harapan. perasaan anda menjadi ringan, tenteram dan tenang karena hanya Allahlah yang mampu mengubah hidup anda yang pahit menjadi manis, penderitaan menjadi kebahagiaan.

"Dan sungguh akan Kami beri cobaan kepadaMu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan 'Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun' . (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk."(QS. al-Baqarah : 155-157).



M. Agus Syafi

8/30/2011

Jodoh Yang Tidak Disangka




Ada seorang gadis yang menangis kepada Allah karena belum menikah, pada saat itu dirinya memohon pada Allah agar memberikan jodoh yang baik dan menjadi imam bagi dirinya, sudah lewat 30 tahun usianya kekhawatiran tentu ada apalagi ia anak yang pertama dan masih memiliki adik, sementara ibunya membesarkan seorang diri. Kesibukannya bekerja, sang ibu selalu mengingatkan kapan dirinya menikah? yang ada hanyalah dijawab dengan tetesan air mata. Gajinya yang lebih dari cukup untuk membiaya sekolah adiknya dan menghidupi sang ibu.

Dengan bertekad untuk bershodaqoh di Rumah Amalia, hanya memohon kepada Allah berkenan memberikan jodoh yang baik oleh Allah. Ia yakin jodoh adalah kehendak Allah dan hanya Allah yang akan memudahkan dan menyegerakan jodoh untuknya. Sebulan kemudian ia menerima karunia Allah dengan tidak disangkanya. Suatu ketika dirinya sedang berada di ruang tunggu dokter untuk periksa kesehatan sambil menunggu giliran. Tiba-tiba ada seorang ikhwan mengajak berkenalan. Dari perkenalan itu ikhwan itu melamar dan mereka menikah. Belakangan ia tahu bahwa suaminya jatuh cinta karena buku yang dibacanya yang berjudul "40 Tanggung Jawab Istri Terhadap Suami." Alasan suaminya sangat sederhana, "Gadis ini belum menjadi seorang istri tetapi sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik berarti dia, gadis yang sholehah."

Ajaib, begitulah cara Allah penuh misteri dalam melimpahkan karuniaNya yang indah. Karunia itu hadir disaat kita tidak duga dan ditempat yang tidak disangka, bisa hadir dimana saja dan kapan saja tetapi ada satu yang hal tidak bisa dipungkiri yaitu karunia Allah akan selalu hadir kepada orang yang gemar berbuat baik bagi sesamanya. Sebagaimana Firman Allah, "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya." (QS. al-Baqarah : 93).



M. Agus Syafii

8/26/2011

Bangkit Dari Keterpurukan, Melangkah Menuju Kebahagiaan

Disaat langit terlihat indah, cahaya matahari pagi bersinar menghangatkan tubuh. hati penuh kedamaian. Wajah berseri-seri menyambut kebahagiaan telah menanti. Tiba-tiba terdengar, Braaakkk!! Badai itu datang menghempas. Tidak pernah diduga dan dibayangkan sebelumnya. Begitulah cobaan hidup menghempas, meluluh lantakkan relung yang paling dalam. Tanpa permisi dan tanpa peduli, apakah siap atau tidak, apakah menerima atau menolak. Membuat hati kita hancur remuk redam dan menggoreskan luka yang teramat pedih. Sampai anda berteriak, "Ya Allah, kenapa aku diuji seberat ini?"

Dalam kesendirian dan kesepian diselimuti oleh kepedihan. Kepedihan yang kehadirannya tidak pernah anda kehendaki namun kemana-mana selalu mengikuti dan menemani diri anda. Dada terasa perih bagai teriris-iris. Tidak lagi mampu berpikir jernih, Apapun yang dirasakan, apapun yang dipandang, didengar semuanya terasa kepedihan. Hempasan cobaan telah membuat tubuh terasa lunglai. Terpuruk dalam lembah hitam, yang terlihat hanya hitam kelam. Di depan, di belakang, di samping yang ada hanyalah gelap gulita. Walau sudah berusaha, berteriak minta tolong, mendorong, menyingkirkan tetap saja gelap gulita sehingga tidak lagi bisa bergerak maju, menatap ke depan dengan baik, tidak lagi mampu berpikir dengan jernih, tidak lagi merasakan apapun, kemudian melemah.

Lantas bagaimana agar keluar dan bangkit dari keterpurukan? Bila anda ditengah keterpurukan, hidup anda terasa gelap gulita dan hitam kelam. Bersyukurlah, musibah dan cobaan yang anda alami ada nikmat ruhani yang Allah berikan agar anda bersabar dan diingatkan untuk kembali kepada Allah. Serahkan semua masalah yang anda hadapi kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi penolong dan pelindung bagi anda. Ditengah kepedihan yang anda rasakan, hidup seolah gelap gulita dan hitam kelam, selama keimanan masih dihati anda, semua akan dimudahkan dengan pertolongan Allah. Agar bisa menyelamatkan dari keterpurukan semudah seperti yang anda bayangkan, anda butuh kekuatan dan kesabaran untuk melewati kepedihan dan keterpurukan. Semakin banyak orang yang turut serta mendoakan anda, memohonkan kepada Allah agar keluar dari keterpurukan maka Allah akan dengan cepat mengeluarkan anda dari kegelapan, penderitaan dan bangkit dari keterpurukan melangkah menuju cahaya kebahagiaan, sebagaimana FirmanNya. "Allah pelindung bagi orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya." (QS. al-Baqarah : 257).






M. Agus Syafii



8/25/2011

Cinta Itu Memaafkan


Badai itu datang waktu perusahaan suaminya bekerja gulung tikar akhirnya suaminya mengajukan pensiun dini karena masih muda dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya. Setiap kali mendapatkan pekerjaan, selalu saja berhenti dan berpindah ke perusahaan lain karena dengan alasan kurang nyaman. Sebagai istri, dirinya selalu mengingatkan agar "istiqomah" dalam mencari nafkah, tidak mudah pindah-pindah ke perusahaan lain. Sifatnya yang mudah tersinggung ternyata ikut mempengaruhi kinerjanya. Kalau ada sesuatu yang tidak ia sukai , baru beberapa bulan bekerja, suaminya lantas mengundurkan diri. Sifat keras dan mudah tersinggung itulah yang selalu saja memicu pertengkaran.

Perjalanan kehidupan bahtera rumah tangganya selalu saja dipenuhi dengan pertengkaran demi pertengkaran, namun tak selama kondisi pertahanan batinnya kokoh untuk bisa menerima perlakuan suaminya. Seringkali dibentak membuat tubuh dan batin gemetar. Selama lebih dua belas tahun pernikahannya beberapa kali sempat melontarkan kata meminta cerai. Bahkan ketika orang tua tahu akan hal itu, sempat memperingatkan padanya agar untuk memikirkan dengan matang. Suaminya tidak pernah menanggapi ucapannya. Sampai kemudian terjadi pertengkaran hebat. Ditengah masing-masing ego menguat, suaminya memutuskan untuk menerima keputusan dirinya untuk berpisah, membuat air matanya mengalir. Isak Tangis tak mampu ditahannya. Anaknya semata wayang berlari, memeluknya. Menangis dipangkuan ibunya. Matanya seolah mengatakan, "Jangan tinggalkan ayah, Mah."

Di Rumah Amalia Ia duduk terdiam beberapa saat lama, dalam kesedirian merenungkan apa yang sebenarnya terjadi. Hari itu beliau berkenan bershodaqoh untuk Rumah Amalia dengan harapan agar Allah berkenan memberikan kekuatan dan kesabaran untuk bisa memaafkan serta keluarganya bisa utuh kembali. Begitu pulang sampai di Rumah, suami dan putrinya sudah menunggu. Sang suami memeluk dirinya dan meminta maaf atas perlakuannya selama ini. Sementara anaknya memegang tangannya. Keajaiban itu terjadi. Doa dan harapannya terkabul, keluarganya utuh kembali, begitu terasa indah dan membahagiakan. Suaminya menunjukan perubahan ke arah yang lebih baik, bisa mengendalikan emosinya dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai seorang istri, dirinya telah menemukan makna cinta dengan memaafkan, seperti sekuntum bunga yang menebarkan keharumannya kepada orang yang telah melukai hatinya untuk menggapai cinta yang hakiki yaitu cintanya kepada Allah.

"Seorang suami apabila memandang istrinya dg kasih sayang & istripun memandang dg kasih sayang maka Allah memandang keduanya dg pandangan kasih sayang. Bila suami memegang telapak tangan istrinya maka dosa-dosa keduanya berguguran dari celah jari-jari tangan keduanya" (HR. Rafi'i).



M. Agus Syafii

5/12/2011

Kehilangan Adalah Sumber Penderitaan


Setiap orang selalu berharap kebahagiaan di dalam kehidupan keluarganya langgeng, abadi, sehingga terkadang lupa hidup berkeluarga pada suatu hari nanti akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh pasangan hidupnya karena kematian ataupun perpisahan yang kita mengenal dengan istilah 'perceraian.' Kehilangan teman hidup karena kematian ataupun perpisahan merupakan pengalaman yang menimbulkan luka perih dihati yang cukup dalam sekaligus menghancurkan kondisi kejiwaan. Kehilangan dalam suatu perkawinan menimbulkan rasa sakit & kesedihan pada saat menyertai kepergian sosok orang kita cintai. Berbagai perubahan secara fisik, kejiwaan, ekonomi, harga diri, kesehatan, kerabat & keluarga bahkan status di FB merupakan beban tersendiri bagi mereka yang mengalaminya. Beban itu menjadi terasa lebih berat karena adanya perasaan bersalah, kegagalan, hilangnnya harapan di masa depan.

Proses pemulihan diri tidaklah mudah, seringkali adanya hambatan dalam berbagai segi yang lain terlebih jika seseorang harus berjalan seorang diri. Rasa sakit yang diderita karena perpisahan adalah sama dengan kehilangan pasangan hidup karena kematian. Terutama kematian itu datang begitu sangat mendadak dan tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya. Rasa sakit itu melanda setiap orang yang pernah, sedang atau akan mengalami kehilangan orang yang dicintainya. Meski cara kehilangan berbeda-beda, derita yang ditimbulkannya, keterasingan & kesepian tetap saja dirasakannya karena dalam masyarakat masih menganggap hidup berpasangan sebagai kehidupan keluarga ideal menyebabkan proses pemulihan & penyesuaian diri sama sulitnya bagi mereka yang kehilangan pasangan hidupnya karena kematian atau perpisahan.

Proses kesedihan dan kedukaan kehilangan orang yang dicintainya maupun yang menyakiti hatinya terkadang bisa dengan mudah untuk disembuhkan tetapi juga ada yang membutuhkan waktu yang cukup lama, yang menentukan adalah seberapa besar keridhaan seseorang menerima ketetapan Allah. Keridhaan adalah mengosongkan hati dari segala hal dan yang ada hanyalah Allah tetapi jika kita tidak menerima yang menjadi ketetapan Allah atas dirinya maka hatinya dipenuhi oleh kesedihan, kedukaan, kebencian dan kemarahan yang membuat hidupnya semakin terpuruk sehingga langkah awal untuk penyembuhan akibat pengalaman pahit dalam hidup anda adalah menyadari dan lebih mengenal diri sendiri agar bisa menerima apapun yang telah ditetapkan oleh Allah dan juga menggunakan pengalaman tersebut untuk membantu, mencegah serta menghindarkan orang lain dari keterpurukan. Hal itu membuat hidup anda bahagia & bermakna bagi sesama.

'Seorang hamba yg ditimpa bencana lalu mengucapkan 'Inna lillahi wa ina ilaihi raji'uun (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita akan kembali). Ya Allah, berikanlah aku pahala (kebaikan) dalam bencana yang sedang menimpaku ini dan gantilah untukku satu kebaikan daripadanya, 'Yang dengan bacaan itu Allah akan memberikan pahala terhadap bencana yang sedang menimpa dirinya dan Allah akan menggantinya dengan satu kebaikan untuknya.' (HR. Muslim).

Wassalam,







M. Agus Syafii

 

~a thousand dreams.~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea