Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

5/01/2013

IkhtiLat

Hah~ hembusan nafas panjang dipagi pertamaku.
hati jadi gelisah, perasaan jadi remuk. kalau sudah begini mau tak mau mulutku meracau dengan sendirinya melantunkan kekesalan hati dengan sembarang lirik berani.

" manusia... begitulah mereka.. yang hanya tahu cinta.. tanpa tahu penciptanya...
manusia ... begitulah mereka.. yang hanya tahu bahagia... tanpa tahu deritanya...
lalu musibah datang menerpa.. dan  mereka menangis sambil tertawa.. hahahaha
manusia.. begitulah mereka... saat cobaan datang.. barulah ingat siapa Tuhan... "

bisa ditebak seperti apa lantunan musiknya. melihat liriknya saja, pasti sudah tahu bahwa kalimat yang baru saja keluar dari mulutku, sangatlah "pedas" dan "tajam" untuk dijadikan sebuah album terlaris. #yakin?

Salahku juga membawa permasalahan ini pada meja hijau pagi. harusnya ku lihat situasi dulu, harusnya ku lihat keadaan dulu. tapi setelah ku pikir ternyata aku "tak bersalah" hampir tiap hari ku lobi mereka bahwa "Ikhtilat" itu haram.. tapi mereka tak jua percaya. ku beberkan dalil aqli dan naqli, lalu mereka membantah, seakan bangga bahwa kesombongan memang milik manusia, bukan milik Sang Pencipta..

lalu mereka marah, menghantam apa saja dengan aumannya.
lalu mereka murka, menghancurkan apa saja dengan cakar tajamnya.

sudah ku bilang, "Utamakan pandangan Allah ta'ala bukannya Manusia" tapi mereka membangkang, seolah-olah Tuhan hanya ada di Mesjib, bukan disamping mereka, bukan didepan mereka, atas, bawah dan memperhatikan segala yang mereka perbuat dan ucap.


lalu aku harus bilang apa? Marah?
itu bukan aku, aku masih sanggup mempertahankan Baqa'ku. aku masih tahu mana yang boleh dan mana yang tidak. aku masih ingat, bagaimana sahabat Rasulullah yang sedang berperang tidak jadi menghunuskan pedangnya hanya karna diludahi musuh, dan takut apa yang Beliau lakukan bukan karna Allah ta'ala, tapi karna marah telah di ludahi.

dan aku hanya diam, lalu tertawa dalam hati menghibur diri.
dan aku hanya tenang, menyisakan Roti yang tak habis ku makan karena sudah tak berselera.
dan aku pamit keluar, bergegas berangkat kerja menahan perih dalam hati, bukan karena marah kepada mereka, tapi karena kasihan atas ke"tidaktahuan" dan ke"tidaksadaran" diri mereka.

Ya Allah...
bukakanlah pintu hati mereka, jangan biarkan sombong memakan jiwa mereka.
Ya Allah..
kuatkanlah hati mereka, orang-orang yang menyerukan Agamamu, jangan biarkan Iblis menanamkan penyakit kedalam hati mereka..

Aamiin~




9/16/2012

Eksploitasi Kecantikan Muslimah


 
Kontes Muslimah hanya menguatkan opini bahwa menutup aurat itu harus cantik dan trendy.
Fenomena kontes kecantikan kini melanda dunia Muslimah. Ajang pencarian Muslimah tercantik dengan busana paling modis dan fashionablemulai dihelat beberapa kalangan. Seperti Hijab Hunt 2012 yang diselenggarakan sebuah portal berita ternama bekerja sama dengan beberapa kosmetik dan desainer.
Lalu World Muslimah Beauty 2012 yang akan dihelat 9-16 September mendatang di Jakarta. Pemilihan duta Muslimah tersebut digelar bersamaan dengan pertemuan para pengusaha bisnis syariah dunia bertajuk The 3rd Muslim World Biz 2012, yang akan dihadiri oleh delegasi negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) serta para pelaku bisnis syariah dunia, pada 12-16 September di Jakarta.
Nah, tujuan kontes-kontes itu satu: mencari Muslimah cantik untuk ikon fashion busana atau kosmetik Muslimah. Jadi, seperti tahun-tahun sebelumnya, pemenang ajang kontes seperti ini sontak akan menjadi model. Baik model foto maupun peragawati yang lenggak-lenggok memperagakan busana Muslimah karya para desainer kenamaan.
Wajahnya akan nampang di majalah-majalah Muslimah, katalog brand-brand busana Muslimah ternama, brosur produk kosmetik, bintang iklan produk Muslimah atau seliweran di panggung-panggung peragaan busana Muslimah.
Lantas apa bedanya dengan foto model dan peragawati pada umumnya? Cuma satu: tidak mengumbar kulit tubuh. Adapun dandanan make up sama saja, tetap mempertontonkan kecantikan alias tabaruj. Duh!

Haruskah Modis?
Belakangan ini semangat menutup aurat di kalangan Muslimah memang menggembirakan. Mereka bahkan membentuk komunitas-komunitas khusus untuk menunjukkan eksistensinya. Dalam menutup aurat, mereka lebih suka menggunakan istilah hijab dan menyebut diri hijaber.
Menurut bahasa, hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi. Sedangkan menurut istilah syara’, al-hijab dimaksudkan sebagai suatu tabir yang menutupi badan wanita.
Entahlah, mengapa istilah hijaber lebih disukai. Yang jelas, motto para hijabers ini sangat terkenal, yakni tetap fashionable meski menutup aurat. Mengklaim berpenampilan syar’i tapi tetap modis. Sayangnya, sadar atau tidak, mereka telah terseret filosofi dunia fashion ala sekuler-kapitalis pada umumnya.
Seperti diketahui, fashion umumnya diciptakan untuk menonjolkan kecantikan wanita. Fashion harus selalu berubah dan up to date. Selalu memunculkan trend-trend terbaru. Nah, kondisi ini turut menyeret para hijabers sehingga mereka merasa harus selalu mengikuti trend busana Muslimah teranyar, wajib terlihat fresh dan fashionable dengan model-model busana yang paling up to date. Mereka merasa bangga bila mengenakan busana Muslimah merek ternama, karya desainer favorit atau bahkan mix and matchdengan busana-busana branded keluaran Barat, yang penting gombrong atau panjang. Seperti memadukan dress tanpa lengan dengan blazer keluaran Zara. Atau memadukan tunik dengan celana pantalon branded dari butik Max & Spencer.
Padahal, sekali lagi sayang, busana-busana Muslimah up to date yang mereka klaim itu, sangat jauh dari nilai-nilai syara´. Bahkan, terkadang yang tampak justru penampilan yang lebih glamour dan lebih tabaruj dibanding wanita pada umumnya yang tidak menutup aurat.
Hal ini tentu memunculkan keprihatinan. Di satu sisi kita salut dengan semangat berhijab mereka, namun di sisi lain mencuatkan opini di kalangan Muslimah bahwa berbusana itu harus modis dan cantik. Padahal, bukan itu esensi busana takwa, melainkan sebagai identitas Muslimah dan penjagaan izzah (harga diri, red).

Eksploitasi Kecantikan
Keberadaan kontes-kontes kecantikan Muslimah semakin menguatkan opini bahwa Muslimah itu harus cantik dan trendy, tak kalah dengan wanita-wanita pengumbar aurat. Buktinya, kontes ini pun selalu mensyaratkan harus berusia muda (17-30 tahun), fotogenik, terlihat menarik saat difoto dalam beberapa angle, tertarik dan berminat dengan dunia fashion.
Memang, mereka tak harus mengumbar aurat. Namun, kecantikan tetap saja menjadi poin penilaian. Wajah harus sedap dipandang dan bodi tinggi langsing. Pokoknya urusan kecantikan, nggak kalah dengan peserta kontes ratu-ratu kecantikan umumnya.
Nah, setiap peserta pasti ingin memenangkan kontes yang diikutinya. Apalagi hadiahnya cukup menjanjikan. Selain uang tunai jutaan rupiah, juga kesempatan menjadi terkenal sebagai foto model Muslimah. Tentu saja, berbagai cara mereka lakukan untuk itu. Seperti memutihkan wajah agar tampak lebih camera face, rajin ke salon sekadar menicure dan pedicure, menjaga kelembaban bibir, diet agar tetap langsing sehingga serasi mengenakan busana Muslimah model apapun, dan perawatan lainnya.
Sementara itu, untuk menghasilkan foto yang eye catching alias enak dipandang, tentunya harus ditunjang make up dan busana terbaik.  Dipilihlah produk kosmetik termahal dan baju-baju branded yang harganya juga selangit. Kalau sudah begini, apa bedanya dengan peserta kontes-kontes ratu kecantikan pada umumnya? Sama-sama mengeksploitasi kecantikan perempuan.

Jaga Privacy
Para Muslimah seharusnya menyadari, potensi pada diri mereka bukanlah sekadar fisik. Jika Allah SWT menganugerahkan wajah cantik, fotogenik dan bodi aduhai, bukanlah untuk dieksploitasi.
Islam telah melarang wanita melakukan tabaruj (menampakkan perhiasannya).   Dengan kata lain, tabaruj adalah hukum lain yang berbeda dengan hukum menutup aurat dan hukum wanita mengenakan kerudung dan jilbab.
Walaupun seorang wanita telah menutup aurat dan berbusana syar’i, namun tidak menutup kemungkinan ia melakukan tabaruj. Allah SWT berfirman: “Perempuan-perempuan tua yang telah berhenti haid dan kehamilan yang tidak ingin menikah lagi, tidaklah dosa atas mereka menanggalkan pakaian mereka (jilbab, red) tanpa bermaksud menampakkan perhiasannya (tabaruj).”[al-Nuur: 60]
Mafhum muwafaqah ayat ini adalah, “jika wanita-wanita tua yang telah menapouse saja dilarang melakukan tabaruj, lebih-lebih lagi wanita-wanita yang belum tua dan masih punya keinginan nikah.”
Jelaslah, mempertontonkan kecantikan untuk konsumsi publik tidak diajarkan Islam.
Berbusana dan berdandan dengan maksud agar terlihat cantik, modis dan trendy bukanlah tujuan seorang Muslimah. Kalaupun Muslimah tampil serasi dalam berbusana, hendaklah semata-mata diniatkan dalam rangka ibadah. Jadi, jangan mudah tergoda bius-bius dunia fashion. [mu]


4/20/2012

For You, Muslimah


01. ceritanya, ada akhwat mau menikah, dia punya pilihan ikhwan yg kuat pendidikan Islamnya, bekal Al-Qur'an dan As-Sunnah, sayang masi kere

02. ayahnya dah izinkan ta'aruf, namun ibunya mencak2 krn punya gacoan lain, cowok Islam KTP yg jauh lebih tajir, secara pejabat gitu loh..

03. ibunya tewas-tewasan (mati-matian) pertahankan pendapatnya, alasannya "kamu harus nurut mamah, kamu durhaka kalo nggak nurut mamah"

04. ibunya juga bilang "awas, kalo kamu bantah sama mamah, nanti hidupmu gak akan bahagia, surga di telapak kaki mamah lo!"

05. lalu mamahnya bilang "mamah lagi habis pulsa nih, beliin mamah pulsa dong, nanti mamah ganti" 
(salah-salah -_-) >> abaikan aja poin ini

05. lalu mamahnya bilang "kalo kamu nggak nurut mamah, dan pilihan mamah, mamah akan setres, nanti kalo mamah mati kamu yg dosa sama mamah"

06. fiuhh.. sy cuma mau bilang sama ibu semisal ini "bertaubatlah bu, selagi masih sempat, dirimu bukan untuk mengancam, tapi mengayomi"

07. sy juga mau bilang sama ibu semacam ini "sebagaimana kamu boleh memilih, begitupun anakmu boleh memilih, apalagi dalam kebaikan"

08. bagi anak2 yg terjebak kondisi yang sama | bersabar pada ibumu itu pahala, bahkan saat ia salah, itulah naluri ibu, ingin melindungi :)

09. beritahu secara baik, bahwa Rasulullah mendahulukan keimanan dalam pernikahan | bukan pada keluarga, muka, tahta, apalagi harta

10. beritahukan pula bahwa yang seharusnya dilakukan ibu justru memilihkan yg dapat menjamin tempat akhirat | bukan hanya tempat dunia

11. beritahukan jg pd ibu bahwa memilih pasangan krn Islamnya adlh bagian pengabdian padanya | krn kita akan kumpulkan pahala untuknya

12. dan juga beritahukan, bahwa doa ibu itu mustajab, namun tidak dalam perkara yg menyalahi syariat, dan tidak dalam perkara yg munkar

13. beritahukan juga pada ibu, "Ibu, kami sayang padamu karena Allah, karena itulah kami ingin berbakti kepadamu dengan menaati pencipta-Mu"

14. dan ingat dalam hatimu, bahwa bisa jadi kamu benar, tapi ibumu punya hak sampai wafatnya, yaitu perkataan yang lembut darimu



copas : Ustadz Felis Siauw

12/20/2011

Sekali-kali Jangan Mendekati Zina, Pacaran Adalah Zina, Sedang Zina Adalah Suatu Perbuatan Yang Keji Dan Suatu Jalan Yang Buruk

http://tausyah.wordpress.com/Pacaran
Alangkah mudharatnya kehidupan jahiliyah yang terulang kembali dimasa ini, masing-masing muda mudi semakin marak dalam melakukan perzinahan. mereka mengambil hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya yang disebut “pacaran”, budaya jahiliyah kembali menutupi cahaya-cahaya langit membuat seisi langit dan bumi menjadi gelap gulita. yang lebih memprihatinkan..bahkan kedua orangtua si pemuda maupun si wanita menyetujui anak-anak mereka berpacaran, apa yang terjadi..sang anak patah hati hingga stress, hubungan dengan status yang tidak jelas dan tidak islami, anak perempuannya hamil di luar nikah, pacaran budaya jahiliyah yang menular dari luar diri bangsa dan mengotori masing – masing hati sipelakunya.
Allah Ta’ala Berfirman :
]وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً سورة الإسراء [ (سورة الإسراء 32)
Artinya : "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek" (Al Qur’an Surat Al Isra :32)
Dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa'di berkata : "Larangan Allah untuk mendekatii zina itu lebih tegas dari pada sekedar melarang perbuatannya, karena berarti Allah melarang semua yang menjurus kepada zina dan mengharamkan seluruh faktor-faktor yang mendorong kepadanya,”
Maka bisa saya katakan, kalau jalan-jalan dan faktor-faktor yang menuju kepadanya saja dilarang apalagii perbuatannya!.
Sungguh amat keji perbuatan itu dan sungguh amat benar ucapan Allah bahwa zina adalah Fahisyah yang dikatakan oleh Syaikh Abdurrahman pula dalam tafsirnya : "Al Fahisyah adalah sesuatu yang dianggap sangat jelek dan keji oleh Syari'at, oleh akal sehat dan fitrah manusia, karena mengandung pelanggaran terhadap hak Allah, hak wanita, hak keluarganya atau suaminya, dan merusak kehidupan rumahtangga serta tercampurnya (kacaunya) nasab keturunan.”
Dan sering sekali fahisyah di dalam Al-Qur'an ataupun Al-Hadits dimaksudkan dengan zina.
Demi Allah sesungguhnya zina adalah dosa besar... dan bukan masalah kecil. Ibnu Mas'ud pernah bertanya tentang dosa-dosa besar kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Aku berkata : "Wahai Rasulullah.., dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?
Beliau bersabda : "Engkau menjadikan bersama Allah sekutu yang lain, padahal Dia menciptakan kamu."
Dia (Ibnu Mas'ud) berkata : "Kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau membunuh anak kamu karena khawatir dia makan bersama kamu."
Dia berkata :"kemudian apa?"
Beliau bersabda : "Engkau berzina dengan istri tetanggamu."
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. membacakan ayat (tentang sifat-sifat Hamba-hamba Allah Ar-Rahman) diantaranya Allah mengatakan:
]وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا*يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا [ ( الفرقان : 68-69)
Artinya : “Yaitu orang-orang yang tidak menyeru bersama Allah sesembahan yang lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak dan tidak berzina. Dan barang siapa melakukan yang demikian akan mendapatkan dosa, akan dilipat gandakan adzabnya pada hari kiamat dan kekal di dalamnya dengan terhina.” Al Qur’an Surat Al Furqan 68 – 69.
Demikianlah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Bahkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mengatakan bahwa yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka adalah mulut dan farji (kemaluan). Beliau bersabda :
(أكثر ما يدخل الناس النار الفم والفرج) رواه الترمذي وابن حبان في صحيحه
“Yang paling banyak menjerumuskan manusia ke-dalam neraka adalah mulut dan kemaluan.” (H.R. Turmudzi dan dia berkata hadits ini shahih.)
Maka pantaslah kalau tentang hal ini Imam Ahmad mengatakan: “Aku tidak tahu ada dosa yang lebih besar setelah membunuh jiwa dari pada zina,”
Dan Ibnu Mas’ud berkata : “Tidaklah muncul riba dan zina pada suatu daerah kecuali Allah akan mengizinkan kehancurannya.”
Maka jelaslah masalah buruknya zina, Allah mengatakan bahwa zina adalah perbuatan keji dan jalan yang sangat buruk, Rasulullah bersabda bahwa zina adalah dosa besar yang banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka, demikian pula para Ulama. Sedangkan akal sehat dan fitrah bisa kita tanyakan pada diri kita sendiri……….
Dan cukup untuk mencontohkan marahnya seseorang karena cemburu, apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sa’ad bin Ubadah Radiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata: “Kalau aku melihat seorang laki-laki bersama istriku akan aku pukul dengan pedangku tanpa aku ma’afkan.”
Bagaimana pendapat anda dengan kecemburuan Sa’ad bin Ubadah? Jangan kalian anggap ini berlebihan ! Ketahuilah bahwa inilah yang hak, bahkan kalau ada seorang yang tidak marah ketika melihat istrinya bersama laki-laki lain maka inilah yang disebut oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. dengan “Dayyuts” yang tidak akan masuk surga.
Dengarlah apa kata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. ketika mendengar ucapan Sa’ad Radiyallahu ‘anhu :
(أتعجبون من غيرة سعد؟ والله لأنا أغير منه، والله أغير مني، ومن أجل غيرة الله حرم الفواحش ما ظهر منها وما بطن ) رواه البخاري (7416)، ومسلم(1499) (17) متفق عليه.
“Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad? Demi Allah aku lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari padaku. Dan karena kecemburuan itulah Allah mengharamkan seluruh fahisyah yang lahir ataupun yang bathin.” (H. R. Bukhari dan Muslim).
(Ditulis oleh al Ustadz Muhammad Umar as Sewed dengan judul لا تقربوا الزنا JANGANLAH MENDEKATI ZINA, di Islamic Center Unaizah, King of Saudi Arabia, saat beliau belajar pada syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin rahimahullah.)

10/29/2011

DAN RINDU ITU PUN TERTEBUS...


Kisah ini terdapat dalam kitab Irsyadul Ibad.
Dalam suatu kisah yang dipaparkan al-Yafi'i dari Syaikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan:
Ada seorang pemuda gagah yang turut berjihad bersama pasukan Islam. Selama perjalanan, pemuda itu tetap berpuasa di siang hari dan tak lepas dari salat lail di malam hari. Bahkan dia juga melayani kebutuhan pasukan dan ikut berjaga-jaga bila semua tidur. Hingga sampailah pasukan itu di perbatasan Romawi...
Menjelang pertempuran, pasukan Islam beristirahat di suatu tempat. Karena kelelahan, maka pemuda itupun tertidur. Namun tiba-tiba ia terjaga dan berseru lirih, "Ah, alangkah rindunya aku padamu ‘Ain al-Mardhiyyah". Orang-orang yang mendengarnya terheran-heran dan mereka mengira bahwa pemuda itu sedang mengigau dalam tidurnya.

"Siapakah ‘Ain al-Mardhiyyah itu?" tanya Abdul Wahid, seorang ulama pejuang, yang mengenal pemuda itu.
Pemuda itu kemudian bertutur : “Aku tertidur dan bermimpi bertemu seseorang. Orang itu berkata, ‘Pergilah kepada ‘Ain al-Mardhiyyah’. Lalu aku dibawa ke sebuah taman yang sangat indah yang dikelilingi sungai jernih menawan. Di tepi sungai itu banyak sekali gadis-gadis cantik nan elok bak permata yang lengkap dengan segala perhiasan dan aksesorisnya. Dan ketika melihatku, tiba-tiba mereka berkata, ‘Lihat, itu suami ‘Ain al-Mardhiyyah’....
Kemudian aku memberi salam dan bertanya, ‘Adakah di antara kalian yang bernama ‘Ain al-Mardhiyyah?’. Kemudian mereka menjawab, ‘Maaf, kami ini hanya pelayan-pelayannya. Kalau Tuan ingin bertemu, silakan jalan terus menyusuri sungai ini’.
Akhirnya aku menyusuri sungai indah itu…

Dan ternyata, aku hampir tidak percaya pada apa yang aku lihat…ternyata sungai itu adalah sungai susu yang tidak berubah rasa dan warnanya. Sungguh indah nan elok dipandang mata. Hingga sampailah aku di sebuah tempat yang banyak berkerumun gadis-gadis cantik dan lengkap dengan perhiasannya.
Dan mereka akhirnya melihatku…
“Inilah suami ‘Ain al-Mardhiyyah", kata gadis-gadis cantik itu berbisik-bisik.

Tapi ketika aku bertanya, yang mana ‘Ain al-Mardhiyyah, aku mendapat jawaban yang sama. Kali ini yang kutelusuri adalah sungai madu. Sungguh manis dan segar sungai itu, sampai kemudian kutemui lagi kerumunan gadis-gadis yang lain lagi. Subhaanallaah…mereka ternyata lebih cantik dari gadis-gadis yang aku temui tadi, hingga aku dapat melupakan kecantikan gadis-gadis sebelumnya. Lalu oleh gadis-gadis itu, aku ditunjukkan sebuah kemah yang tersusun dari permata yang indah. Indah sekali. Kemudian aku pun segera menuju ke sana…
Subhaanallaah walhamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbaar…
Sungguh aku terkagum-kagum menyaksikan kecantikan gadis yang ada di kemah itu. Aku menyangka inilah ‘Ain al-Mardhiyyah. Aku merasa sudah cukup puas bila gadis itu yang menjadi pendampingku. Tapi… lagi-lagi dugaanku salah. Gadis itu malah memanggil seseorang yang ada di dalam kamar,

"Hai ‘Ain al-Mardhiyyah, lihat…ini suamimu sudah datang".
Kemudian bergegas aku pun masuk ke dalam kamar itu.
Mataku terbelalak, Subhaanallaah…Maha Suci Allah…
Allaahu Akbaar…

Kulihat seorang gadis yang sangat cantik, dan kecantikannya melebihi para gadis yang sebelumnya aku temui. Kulihat dia sedang duduk di atas tempat tidur/singgasana emas, yang bertaburkan permata, berlian, dan yaqut.

Subhaanallaah..aku hampir-hampir tidak dapat menahan diri lagi.
"Marhaban wahai kekasihku, selamat datang wahai jiwa suci yang aku menjadi milikmu…Kini sudah hampir tiba kedatanganmu untukku…", kata gadis itu dengan senyum paling manis dan keteduhan matanya yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Allaahu akbar…

Sungguh…ingin sekali aku memeluknya.
Namun, gadis elok nan rupawan itu berkata,
"Sabar dulu wahai kekasih, engkau belum sah menjadi suamiku. Sebab engkau masih hidup di dunia", kata ‘Ain al-Mardhiyyah.
"Tetapi insya Allah, engkau akan berbuka dan memadu kasih di sini
Bersabarlah sayang…".
Kemudian, usai menceritakan mimpinya,
pemuda itu berlari menyongsong musuh. Sembilan orang tentara Romawi tewas di ujung pedangnya. Pada hitungan kesepuluh, dia tersenyum sepenuh bibirnya ketika syahid menjemputnya.

Kemudian...RINDU ITU PUN TERTEBUS...
Bersamaan dengan itu, sang pemuda tadi dengan penuh keyakinan, dia akan segera menjemput isterinya—sang bidadari sejati—untuk bersama memadu kasih di taman Syurgawi...

Demikianlah, sebuah kisah yang akan menggugah jiwa dan semangat para ‘perwira langit’, untuk terus berjuang berjihad di jalan Allah...

Oh, ‘Ain al-Mardhiyyah...
Adakah dirimu tercipta untukku...


ust. Agus Trisa

9/29/2011

JiLbab ( Gamis/Jubah ) VS Kerudung ( khimar )





“Eh, gaya Lu jaduL bUngud ci?? G tw Pesyen yaH..?”

N
ah, plendz2 sakalian, khususnya bagi yang akhwat nih, pasti langsung nyambung kalo di sindir yang kec gituan, tinggi deh tuh sinyal, hehe.
Yupz! Benar barnget, tuh sindiran sering kali di tempelin untuk para akhwat yang lagi bejuang meluruskan akidahnya, Bejuang tuk menggapai ridho Allah. Jilbab alias Jubah alias pakaian surga para akhwat adalah salah satunya. Para muslimah khusus remajinya yang hidup di zaman modern bin westernisasi  banyak tuh  ya, yang uda ngaji pasti tau tentang kewajiban ber”Jilbab”, en banyak juga yang pastinya uda di tawarin siap pa belon wat make jilbab alasannya kayak gado2 githu.. Ya.. elah neng, neng.. kalo nunggu siap dulu mah, bakal ampe akhirat atu neng., kalo besok eneng mati duluan pegimane? Masih nunggu kata siap juga? Apa g takut ma Allah ya Ukh?? G takut “d o s a” ???, memberikan alasan yang bermacam2 ngono. Misalnya, tentangan dari keluarga, potongan aja uda cukup ( padahal kita pan mesti ngikuti peraturan Sang Pencipta), blum punya gamis ( padahal uda mau di kaci ma Pembinanyah ), masih sekolah ( apa hubungannya ? ) gengsi ??, takut di jauhi teman ?? di cemo`ohin orang kampung? Atawa belum puas menikmati kesenangan dunia ??? Masyaallah,.. itu bukan alasan Ukhti. 
Sebenarnya yah,.. Rasulullah Saw pan uda pernah bilang, kalo yang namanya menegakkan kebenaran ntu pasti banyak ujian dan cobaannya. Keluarga misalnya. Kebanyakan orang tua kalo ngeliat anaknya ngaji pasti senang, tapi kajian seperti apa ? yak, kajian tentang akhlak. Sapa aja orang tua di muka bumi ini pasti senang ma anaknya yang patuh ke orang tua, baek, ramah, rajin menabung bla..bla.. pokoke yang akhlaknya budiman bin baguslah,.. pasti banyak yang sayang. Sedangkan nyang namenye ngaji kajian Islam ntu bukan cuma akhlak aje mpok2,... tetapi menyangkut semua aspek kehidupan. Kite2 n-ni sabagai orang yang beragama yang mempunyai naluri tadayyun ( naluri ingin menyembah sesuatu ) pasti akan melakukan apa aja perintah dan larangan dari yang kita sembah, yaitu Allah Swt. ya, itu tadi, Jilbab ( pastinya beda ma “kudung” ) salah satunya adalah pakaian wajib bagi para muslimah. Kewajiban yang datang dari Allah. Jadi, kalo kita yang uda ngaji en tau tentang kebenaran tersebut, wajib untuk segera melaksanakannya g peduli dengan ocehan ato gunjingan orang2 sekampung, ato tentangan dengan orang tua bin keluarga. Yang penting adalah niat! kalo niatnya uda karna Allah, apa aja rintangannya pasti terlewati, laut luaspun tersebrangi, gunung tinggipun kan kudaki karna besarnya cintaku pada.,..( eh, ngelantur,...). maksudnya Cinte ma Allah githu. Ada juga nih yang bilang kalo pake gamis atawa jubah ntu kayak ne2k bin emak2, mesti di lurusin tuh. Kalo para remajinya pake daster ya iya orang bilang kayak emak2...,. yang di pake daster si.., . Emang si bedanya ntu cuma beda-beda tipis kayak beda Upin ma Ipin.. Ni ni perbedaannya,
q  Gamis bin Jubah          : Satu potong pakaian muslim wanita dengan model lurus, panjang dan longgar menutupi seluruh badan sehingga pemakainya tidak harus mencari atasan atau bawahan karena sudah dalam satu kesatuan.
q  Daster                          : Pakaian yang khusus di pake di rumah menyerupai  lorong longgar seperti jubah atau gamis. Biasanya dengan motif batik.
Kalo di pahami lagi, bedanya yang sebenarnya adalah, Gamis ntu untuk pakaian luar rumah, daster untuk pakaian dalam rumah. Nah, yang namanya daster pasti lebih sering kita dengar kalo mak2 yang make.
Tuh, dah pada tawkan,....^o^..
 Kalo ntuk dirumah sih pake daster kagak pa2, kecuali keluar rumah,.. kita kan juga mesti mikirin gimana supaya yang kita pakai ntu enak di pandang, di terima ma orang yang ngeliat sehingga mereka ntu2 kagak mikir2 negatip ma yang kita pake, contohnya dibilangin kayak emak2 gituhh ( padahal mau jadi emak2 juga. ). Ini ni gimana kreatipnya kita memilih gamis gaul wat remaja, gaul maksudnya yang menggambarkan citra remaja islam yang kagak ketinggalan jaman but tetap syar`i, misalnya dengan gamis bermotif kotak2 yang lagi trend, atawa tambahan pernak-pernik yang lucu2 atawa bla..bla.. bla.., pokoke terserah kita bikin gimana bagusnya deh ( asal tau ketentuannya (g-tabarruj.com) ), apatah lagi sekarang kagak susah cari gamis khusus remaja, iya pan? Nah sekarang apalagi coba? Masih takut di bilang kuno bin g gaul? Lupakan semua rasa takutmu yang g guna kec gituan. Mestinya kita bangga dunk dengan pakaian pengantar kesurga ( juga dibarengi keindahan akhlakul kharimah tentunya). Coba deh perhatiin, g gaulan mereka, pakaian kayak manusia jaman purba getooh ( xixixi..,.). Ada nih cerita dari teman adik ane sendiri yang bikin miris tapi sedikit ngakak plus merinding. Si ukhti yang baru dua minggu  ngaji bareng adik ane pas di tawarin pake jilbab, dengan mantapnya langsung bilang iya, pastinya bukan karna segan ma Musyrifah or pembina ( para Drise`r akhwat mungkin ada yang mikir gini kali ya?? ), tapi karna kesadaran ndiri akan kewajiban tadi. Begitu mpe di rumah permisa sakalian, sang tokoh utama langsung di sambut ma bogem mentah Mamynya,.( Huffh.. sadis banget sih ma anaq ndiri ??), py g pa2...tuh yang namanya pengorbanan en cobaan tadi. Lanjut, semua keluarga pada menghina en mencaci, ampe2 pake ancaman diuswir dari rumah pula, wah tega banget dah ni keluarga ( sekulerisnya mendarah daging ). Memang keluarganya si ukhti dari dulu uda ngelarang anaknya ikut ngaji2 githu ( padahal kan wajib ). Lebih parah lagi pemirsa...... masa anak sendiri di sangkalin teroris seh??? ( apa kata akhirat??). sejak kejadian ntu tu..,. si Ukhti Di larang keluar rumah alias di pingit, keluarnya cuman sekolah en kursus ajha. Haaahh,....Kasian, kasian, kasian. Tapi plendz, si Ukhti tetap teguh pendiriannya, dia coba tuh tanya alasannya kenapa kagak boleh. Yah, si Mamy bilang kalo anaknya begaya pakaiannya kayak githu, apa kata temen2 arisan Mamy?, Mamynya keren kayak Luna Maya ( Sapa tuh?? ) eh, punya anak malahan jadul barnget.. ( ck..ck..ck..). Si ba2nk bilang, “Hmn, gimana yah?” en si ka2k bilang “malu gua punya adek kayak elu” ( gua rebus ya nih orang,  sabar.. sabar. ) Yeee.,.. tega amat ci?? Ada ya keluarga kayak gichu. Bah, pokoknya githulah ngelarang abis2an,. Kalo besok masih make juga tu gamis, langsung di usir deh dari rumah. Ini dia perjuangan tadi. Paginya berangkat sekolah si ukhti berangkat biasa aja, baju sekolah yang uda di bikin jubah alias di sambungin atasan ma bawahannya di simpan dalam tas. Begetoh mau di antar sekolah ma supir langsung deh tuh gamisnya tinggal sorooong...... ( Gerobak apa ya...), jadi si Mamy kagak tahu. Pas di sekolah juga, cemo`ohan dari temen2 paling pedas palagi bigosnya, wah.. g ketulungan deh,.( biasa aja lagi...) urut dada en istiqamah jadi jurus jitu, mpe pergi ngajipun, lompat tembok manjat pagar persis kayak maling ngono dengan mudah ia jalani. Perjalanan masih panjang, butuh waktu, perjuangan dan pengorbanan untuk melakukannya ( Ojo porget semangadnya juga`). Dengan perjuangan kayak githu si Ukhti berusaha tuk ngambil suara di rumah, “ Dakwah” makzudnya. Nah, setelah  berjalan kira2 tiga bulan tuh plendz, si ba2ng tiba2 pengen ikut ngaji karna ngeliat kegi2han adeknya tadi ( luluh juga akhirnya.. )., Subhanallah.. sujud syukur deh si Ukhti, semua yang ia korbankan g sia2, nah suara terkuad uda ia dapatkan, si ba2ng adalah Kepala keluarga di Humznya kalo Papy kagak ada, walaupun dengan hatinya yang sangat sakit, si Mamy terpaksa mengiyakan keinginan anak2nya yang “tak tahu diri”. Suasana di sekolah juga uda g sepanas dulu. Ya iyalah...,. perubahan tuh butuh penyesuaian. Tinggal kitanya ajha lagi gimana caranya hal2 yang bikin kuping gosong di surutkan, g di sekolah, di kantor, tempat kerja, atawa di lingkungan sekitar. Tunjukin kalo kita bisa. Tunjukin bahwa semua  kita lakukan tuh bikin perubahan positif di diri kita, karna kita yang seperti inilah yang menjadi cermin bagi orang lain. Nah, Plendz2 sakalian, dari sinilah si Ukhti memulai kehidupan barunya. Alhamdulillah, linangan air mata itu kini jadi mutiara di rumahnya, si Mamy uda di ajak ma ba2ng wat ikut Majlis ta`lim, si ka2k juga, dikit2 uda mulai pake kudung, tapi belum sempurna sih, g pa2lah yang penting tetap istiqamah dan  berjuang demi Agama Allah ( Allahuakbar..!!). Allah memang Maha Adil. Itulah keberhasilan untuk yang sabar dan tawaqqal, beratpun ujian dan cobaannya pasti bisa di atasi, di usir dari rumah ampe di buang ke teluk Tokyo-pun pasti deh ada jalan keluarnya. Yee,... tepuk tangan ( plok..plok..plok..!!! ).

 - adhe saputri erwinda -


* sebenarnya ini tulisan ane sendiri, dan rencananya mo ane kirim kesalam satu majalah remaja islam. namun berhubungu ane g pede (ceilee) akhirnya yah dishare ke blog nni ajee, hoho~ :D


Nb : untuk lebih jelasnya seputar Jilbab dan Khimar silahkan baca wordpress Ilmu Islam.. ^_^




Syukran.. 



7/16/2011

Ketika Ukhuwah tidak sekedar basa-basi

 
Aku maksudkan dengan ukhuwwah ialah: “Hati dan jiwa ditautkan dengan ‘aqidah.” Aqidah adalah ikatan yang paling kuat dan paling berharga. Ukhuwwah adalah saudara bagi iman. Perpecahan adalah saudara bagi kekufuran. Kekuatan yang paling ampuh ialah kekuatan kesatuan. Tiada kesatuan tanpa kasih sayang. Kasih sayang yang paling rendah ialah kesejahteraan hati (terhadap saudara seIslam) dan yang paling tinggi ialah ithar (mengutamakan orang lain dari diri sendiri). ALlah s.w.t berfirman yang bermaksud: “Dan sesiapa yang diperlihara oleh ALlah daripada kebakhilan dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(As syahid Hasan Al Banna, Risalah Ta`lim)

Teringat pada saudara-saudara (yang saya cintai karena Allah) yang begitu tulus menolong keluarga saya dalam keadaan krisis finansial di negeri sakura. saat itu tahun ke-4 saya tinggal disana, keuangan sedang krisis. waktu itu adalah tahun dimana suami saya seharusnya menyelesaikan program doktornya.

Tetapi karena memang belum selesai, maka sesuai kesepakatan maka tahun itu dan seterusnya tdak ada beasiswa. Karena suami tidak diijinkan untuk bekerja diluar kampus, maka saya berinisiatif mencari arubaito/part time job untuk kehidupan sehari-hari, yang selama ini bertumpu pada tabungan, manstab banget…makan tabungan banget , makin lama tabungan makin tipis, Alhamdulillah akhirnya saya dapat pekerjaan di sebuah restoran, tapi itu juga tidak bertahan lama, karena saya jatuh dari sepeda dan tangan bengkak. (terimakasih untuk bu Ika yang telah menunggu anak-anak ketika saya sedang di rumah sakit).

Selama tangan masih sakit saya tidak bisa bekerja, Alhamdulillah anak-anak sudah masuk di hoikuen. jadi setiap hari saya titipkan ke sekolah hoikuen. Suatu saat saya dikejutkan ada kiriman daging-dagingan (lebih dari 5 kg) dari toko halal milik teman saya (bu Inna marsudi), saya tidak pesan apa-apa ke beliau, tapi kirimannya benar ke alamat saya.

Akhirnya saya cek dengan menelponnya. ternyata apa jawabannya…itu untuk bu Arien dan keluarga, karena saya tidak dapat menengok ke sana (bu inna rumahnya di saitama, 2 jam perjalanan ke rumah saya)..” subhanallahu..saya hampir menangis terharu saat itu…memang saat itu dirumah sedang tidak ada apa-apa, padahal akan ada pengajian dirumah. Alhamdulillah dengan kiriman itu, saya bisa memasak untuk tamu yang akan datang malam itu…(jazakillah khair Bu Inna Mars…semoga Allah memberikan rejeki yang lebih baik dari yang bu inna berikan kepada saya dan saya pun demikian.. amiiin).

Begitu juga dengan teman2 ummahat (ibu-ibu) yang sangat saya kenal kebaikannya, mereka mengumpulkan munashoroh untuk saya (padahal saya tidak memintanya), sungguh saya malu…karena tangan saya saat itu dibawah..tapi di dalam lubuk hati yang paling dalam, saya mendoakan mereka dan berdoa untuk saya semoga saya bisa membalas kebaikan mereka dengan amal yang lebih baik dari amal mereka perbuat saat itu kepada saya..sehingga mereka mendapatkan pahala dari kebaikan yang saya buat…sungguh mereka adalah ibu-ibu, sahabat-sahabat saya yang menjadi inspirasi saya..semangat saya…(ukhibukillakum…ya ukhtifillah…)

Ternyata mereka adalah orang-orang yang memahami ukhuwwah yang tidak sekedar basa-basi, mereka adalah motor bagi ukhuwwah ini. Ruh bagi ukhuwwah yang manis…mereka memahami ukhuwwah dengan sebenar-benarnya ukhuwwah.

Seorang guru saya tercinta menyampaikan dalam taujihnya, ketika kita empati kepada kesulitan saudara kita, langsung aja. Tidak perlu hanya dengan menghibur “sabar yah”, “semoga Allah memberikan kekuatan”, “Allah bersama orang-orang yang bersabar”. Karena mereka yang sedang kesulitan atau ditimpa musibah adalah orang-orang yang tahan kepada cobaan, mental baja. Airmata merekapun sudah kering dicurahkannya kepada Allah yang Maha Kuasa.

Tapi ukhuwwah butuh action, butuh aksi konkrit. Ketika saudara kita membutuhkan pertolongan bahan makanan, beras, laukpauk, biaya sekolah anak, menemani putra-putrinya barang sejenak karena orangtua sedang dalam urusan penting, Menjaga rumahnya dari aksi orang-orang yang tidak bertanggungjawab adalah hal yang bisa kita lakukan. Disamping itu do`a kan saudara kita, karena do`a untuk saudaranya sementara dia tidak mengetahuinya sangat mustajab disisi Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Empat orang yang do’anya diijabah; pemimpin yang adil, seseorang yang mendo’akan saudaranya di belakangnya, do’a orang yang dizhalimi, dan seorang yang mendo’akan orang tuanya. (HR. Abu Nu’aim dari Watsilah)” 



by : Adi Asmari
 

~a thousand dreams.~ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea